Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Cara Peresentase Dengan Video Dan Ciri-Ciri Khasnya

Ketika Anda duduk di bangku sekolah atau kuliah dulu, pernahkah Anda menemui guru atau dosen yang menjelaskan pelajaran dengan sangat membosankan? Ketika Anda bekerja di sebuah perusahaan, pernahkah juga menemui karyawan atau klien yang melakukan presentasi tapi tidak menarik sama sekali?

Melakukan presentasi untuk berbagai tujuan memang membutuhkan kreativitas supaya presentasi yang kita lakukan tidak membosankan dan menarik untuk orang lain. Salah satu cara untuk membuat sebuah presentasi menjadi menarik adalah dengan menyajikan presentasi dalam bentuk video. Presentasi video selain menarik juga dapat membantu orang-orang memahami presentasi yang kita sajikan.

Apa sebenarnya presentasi video itu? Apa saja fungsi dan ciri-cirinya? Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai presentasi video, fungsi dari presentasi video, serta ciri khas yang ada dalam sebuah presentasi video. 
ILUSTRASI PRESENTASI VIDEO (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI PRESENTASI VIDEO (SAMUEL/UCEO)
PENGERTIAN PRESENTASI VIDEO DAN FUNGSI PRESENTASI VIDEO

Presentasi video adalah presentasi yang menggunakan video sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan. Presentasi video biasanya digunakan untuk memperkenalkan produk atau cara kerja suatu hal/benda melalui gambar dan suara yang direkam. 

Presentasi video umumnyamemiliki dua jenis, yakni presentasi video pembelajaran dan presentasi video penjualan (marketing). Meskipun terbagi menjadi dua jenis yang berbeda, namun presentasi video umumnya memiliki fungsi yang sama. Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide dan pendapat. Pada presentasi video pembelajaran, presentasi video berfungsi untuk mengomunikasikan ilmu supaya lebih mudah dipahami. Sementara itu, presentasi video pada presentasi video penjualan berfungsi untuk mengkomunikasikan ide atau justru untuk mempromosikan berbagai hal mengenai sebuah produk. Karena fungsi itulah, presentasi video pada marketing haruslah mengemukakan keunggulan dari ide atau produk yang akan disampaikan ke orang lain.

Ide yang dikemukakan menggunakan presentasi video harus menggunakan ide yang asli, benar, dan bermanfaat. Ide asli dalam presentasi video berarti konsep yang digunakan harus berasal dari pemikiran diri sendiri dan bukan merupakan tiruan dari ide orang lain. Selain itu, ide dan gagasan dalam presentasi video tidak boleh menyalahi kaidah keilmuan, artinya konsep yang digunakan dalam presentasi video tidak boleh bertentangan dengan norma dan aturan yang ada.
CIRI KHAS PRESENTASI VIDEO

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka manusia pun semakin sering menggunakan video untuk mengomunikasikan berbagai hal. Video sebagai media komunikasi pun kini dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan tujuan pembuatannya. Jenis video berdasarkan tujuan pembuatannya dibagi menjadi:

    Cerita video, bertujuan untuk memaparkan sebuah cerita
    Dokumenter video, bertujuan merekam kejadian atau peristiwa nyata yang terjadi sebagai dokumentasi
    Berita video, bertujuan memaparkan sebuah berita/informasi
    Pembelajaran video, bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar lebih mudah untuk dipahami
    Presentasi video, bertujuan untuk mengomunikasikan sebuah ide atau pendapat

Untuk membedakan presentasi video dengan jenis video yang lain, maka presentasi video secara khusus memiliki ciri khas yang unik. Ciri khas presentasi video antara lain:

    Presentasi video cenderung mudah dibuat, bersifat spontan, dan mengakomodasi keinginan pembuat
    Presentasi video tidak memerlukan teknik pengambilan gambar yang rumit, namun teknik pengambilan gambar dalam presentasi video harus menjamin efektivitas komunikasi
    Presentasi video biasanya hanya memerlukan alat pengambilan gambar yang sederhana dan mudah dijangkau
    Dalam presentasi video, pencetus ide harus terlibat dalam proses, baik sebagai sutradara, pemain, atau bahkan sebagai editor
    Tujuan akhir dari presentasi video adalah harus bisa mengakomodasi kelebihan produk dan ide yang disampaikan

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita hendak menyusun sebuah presentasi video untuk mempresentasikan produk benda yang telah jadi. Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut adalah:

    Alur presentasi video harus logis, sebaiknya alur presentasi video dimulai dari permasalahan yang ada, penjelasan mengenai produk, hingga solusi apa yang dapat diberikan oleh produk terhadap permasalahan yang ada
    Presentasi video menggunakan urutan naratif, deskriptif, dan penjelasan.
    Urutan-urutan yang telah ada dalam presentasi video harus terjaga kontinuitasnya.
    Narasi dalam presentasi video hanya digunakan sebagai pengantar dan hanya digunakan untuk menjelaskan hal-hal tertentu.
    Untuk memperkuat nilai sebuah produk, maka dapat digunakan kesaksian orang terkenal, ilmuwan, atau praktisi dalam presentasi video
    Pada tahap simpulan, sebuah presentasi video dapat pula ditutup dengan menggunakan narasi yang kuat.

Sumber: ciputrauceo

Masa Kini Pembelajaran Dengan Kelas Maya

DEFINISI KELAS MAYA

Kelas maya adalah sebuah istilah yang terdiri dari dua kata yaitu kelas dan maya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kelas dapat didefinisikan sebagai tingkat, ruang tempat belajar di sekolah, kelompok masyarakat, dan juga golongan/ kumpulan. Sementara itu, maya dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang tampaknya ada tetapi nyatanya tidak ada, atau bisa juga dipahami sebagai angan-angan atau khayalan.

Berdasarkan dua pengertian tersebut, kelas maya secara harafiah dapat didefinisikan sebagai sekumpulan siswa yang menghadapi pelajaran tertentu secara tidak langsung (tidak tatap muka) melainkan secara elektronik. Dalam kelas maya, siswa dan pengajar tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung, melainkan terhubung secara virtual melalui jaringan internet.

Perbedaan mendasar antara kelas maya dengan kelas biasa adalah kemampuan kelas maya untuk dijangkau kapan pun dan darimanapun. Melalui kelas maya, seorang murid dapat berinteraksi tidak hanya dengan pengajar, namun juga dengan murid lain yang ada di seluruh dunia. Selain itu, kelas maya juga memungkinkan orang tua ikut mengawasi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang murid.
KOMPONEN PENDUKUNG KELAS MAYA

Untuk mendukung terwujudnya sebuah kelas maya, setidaknya ada lima komponen yang harus disiapkan. Lima komponen pendukung kelas maya antara lain:
a. Konten pembelajaran

Kelas maya merupakan proses pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka. Karenanya, seorang pengajar harus memiliki konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas maya. Konten pembelajaran dalam kelas maya dapat beragam, tergantung dari pilihan yang dibuat oleh siswa kelas maya.
b. Perangkat keras (hardware)

Komponen pendukung kelas maya yang selanjutnya adalah perangkat keras atau hardware. Perangkat keras merupakan alat yang dapat digunakan oleh siswa untuk terhubung dengan pengajar. Perangkat yang masuk sebagai perangkat keras dalam pembelajaran kelas maya contohnya adalah komputer, laptop, tablet, ataupun smartphone.
c. Perangkat lunak (software)

Saat ini ada beberapa perangkat lunak (software) yang dapat digunakan sebagai pendukung terlaksananya kelas maya. Perangkat lunak yang familiar digunakan dalam kelas maya antara lain adalah Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), dan Social Learning Network (SLN).
d. Strategi komunikasi/interaksi

Strategi komunikasi atau interaksi dalam kelas maya merupakan pilihan siswa dan pengajar dalam pemanfaatan e-learning di dalam kelas. Strategi ini menyangkut dari bagaimana siswa mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, hingga bagaimana cara siswa mengikuti ujian dalam kelas maya.
e. Jaringan internet

Jaringan internet merupakan satu hal yang wajib ada dalam pengadaan kelas maya. Hal ini disebabkan karena segala sesuatu yang dilakukan oleh siswa dan pengajar dilakukan melalui jaringan internet. Jaringan Internet yang dipakai dalam kelas maya haruslah jaringan internet dengan kecepatan tinggi. Hal ini berguna untuk menghindari kesalah pahaman yang mungkin terjadi jika internet berjalan dengan lambat.
ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KELAS MAYA (SAMUEL/UCEO)
MANFAAT KELAS MAYA

Dibandingkan dengan kelas biasa, kelas maya memiliki berbagai kelebihan dan juga manfaat untuk siswa. Manfaat kelas maya antara lain:
1. Konektivitas

Kelas maya yang terhubung langsung dengan jaringan internet membuat para siswa memiliki koneksi yang tanpa batas. Melalui internet, siswa kelas maya dapat mencari informasi apa pun. Begitu pun ketika ingin terhubung dengan siswa lain, jaringan internet dapat memudahkan siswa kelas maya untuk melakuka komunikasi tersebut.
2. Fleksibilitas

Pembelajaran melalui kelas maya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dengan cara belajar ini, seorang siswa kelas maya yang memiliki kesibukan dapat menetapkan jadwal sesuai dengan waktu yang ia miliki. Fleksibilitas waktu inilah yang membuat kelas maya kini semakin diminati di kalangan masyarakat.
3. Interaksi

Dengan menggunakan jaringan internet, seorang siswa kelas maya dapat mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, hingga mengerjakan ujian dengan mudah. Interaksi semacam ini tentunya memudahkan, mengingat sistem online dalam kelas maya dapat dilakukan dengan cepat dan lebih menghemat waktu.
4. Kolaborasi

Dalam kelas maya, pemakaian perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang kelas. Dengan memakai jaringan internet, kolaborasi yang dilakukan melalui grup belajar dapat dengan mudah dilakukan di kelas maya.
5. Kesempatan Pengembangan

Teknologi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat kelas maya menjadi menarik, yakni karena kelas maya akan dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan perangkat yang mendukungnya.
MODEL KELAS MAYA

Kelas maya adalah kelas pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka, atau singkatnya kelas maya merupakan kelas yang dilakukan secara online. Saat ini, ada tiga model kelas maya yang ada. Ketiga model kelas maya tersebut adalah:
1. Model Adjunct

Model adjunct merupakan sistem pembelajaran kelas maya yang dilakukan sebagai tambahan saja. Secara umum, pembelajaran masih dilakukan secara konvensional, yaitu guru dan murid belajar bersama secara tatap muka. Meskipun begitu, kelas maya digunakan sebagai tambahan supaya murid mendapatkan referensi tambahan dalam proses pembelajarannya.
2. Model Mixed/ Blended

Model mixed / blended dalam kelas maya merupakan model pembelajaran yang mencampurkan model pembelajaran kelas maya dan model pembelajaran konvensional. Dalam model ini, pembelajaran kelas maya dan kelas konvensional dilakukan bersamaan ataupun bergantian sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, model pembelajaran ini menggunakan sistem kelas maya untuk pembelajaran teori. Sementara itu, pembelajaran praktek dilakukan secara tatap muka.
3. Model Daring Penuh/ Fully Online

Model kelas maya yang dilakukan secara daring penuh/ full online merupakan kelas maya yang menggunakan sistem e-learning dalam seluruh proses pembelajaran. Mulai dari penyampaian bahan belajar, interaksi siswa dan pengajar, hingga evaluasi pembelajaran.
JENIS KELAS MAYA

Selain berdasarkan modelnya, kelas maya juga dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. Ada tiga jenis kelas maya yang dibedakan berdasarkan software yang digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis kelas maya berdasarkan software yang digunakan yakni:
a. Learning Management System (LMS)

Learning Management System merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam kelas maya untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan kegiatan belajar mengajar, kegiatan pembelajaran online, serta pemberian materi pelatihan e-learning.
b. Learning Content Management System (LCMS)

Learning Content Management System adalah software yang digunakan dalam kelas maya untuk membuat, memperbaharui, mengelola, serta mempublikasikan isi dalam sebuah sistem. Sistem ini terorganisir dan konsisten sehingga dapat diakses melalui jaringan lokal (intranet) maupun jaringan luas (internet). LCMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen secara spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur penjualan. Sebuah LCMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi website.
c. Social Learning Network (SLN)

Social Learning Network adalah jejaring sosial dalam kelas maya untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar. Mengingat skala sosialnya yang lebih besar, media ini bagi sebagian siswa kelas maya dapat menyebabkan perubahan sikap dan perilaku, sedangkan bagi sebagian siswa kelas maya yang lain tidak menimbulkan dampak apa-apa.

Sumber: ciputrauceo

Cara Membuat Narasi Dan Menyusunnya

PENGERTIAN KARANGAN NARASI

Karangan narasi berasal dari Bahasa Inggris narration (cerita) dan narrative (yang menceritakan). Karangan narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa menurut urutan kejadian atau kronologisnya. Penyajian karangan narasi ini bermaksud untuk memberi arti kepada serentetan kejadian yang ada sehingga pembaca dapat memetik hikmah dari cerita itu.

Karangan narasi ditulis dengan dua tujuan fundamental. Tujuan fundamental karangan narasi yang pertama adalah untuk memberikan informasi atau wawasan yang mampu memperluas pengetahuan pembaca. Sementara itu, tujuan karangan narasi kedua adalah untuk memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Tujuan fundamental karangan narasi pertama berhubungan dengan narasi informasional atau cerita ekspositoris. Sasaran utama dari karangan narasi ini adalah rasio, yakni berupa perluasan pengetahuan pembaca setelah ia membaca karangan narasi tersebut. Berbeda dengan tujuan karangan narasi pertama, tujuan karangan narasi kedua menghasilkan jenis karangan narasi yang disebut artistic atau sugestif. Sasaran dari tujuan karangan narasi ini adalah memberikan makna atas peristiwa atau kejadian sebagai suatu pengalaman.

Karangan narasi adalah jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang memiliki rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dengan urutan awal tengah, dan akhir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karangan narasi merupakan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Karangan narasi juga didefiniskan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia sebagai cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa.

Lalu apa bedanya karangan narasi dengan deskripsi? Pertanyaan ini seringkali muncul karena gaya penceritaan dalam karangan narasi tidak jarang dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi. Jika karangan narasi merupakan jenis karangan yang mengisahkan suatu kejadian berdasarkan urutan waktu, maka karangan deskriptif merupakan karangan yang berisi gambaran mengenai suatu keadaan sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan juga merasakan keadaan yang sama dengan penulis.

Karangan narasi memiliki tiga unsur pokok, yaitu kejadian, tokoh, dan konflik. Ketika ketiga unsur pokok itu bersatu, maka akan terbentuk sebuah plot atau alur cerita pada karangan narasi. Karangan narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Karangan narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris. Contoh dari karangan narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sementara itu, karangan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh dari karangan narasi sugestif adalah novel, cerita pendek (cerpen), cerita bersambung (cerbung), dan juga cerita bergambar (cergam).
ILUSTRASI KARANGAN NARASI (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KARANGAN NARASI (SAMUEL/UCEO)
JENIS KARANGAN NARASI

Karangan narasi dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk. Setidaknya, ada 4 jenis karangan narasi yang kita kenal selama ini. Empat jenis karangan narasi tersebut adalah:
1. Karangan Narasi Informatif

Karangan narasi informatif adalah karangan narasi yang bertujuan untuk penyampaian informasi secara tepat mengenai sebuah peristiwa. Karangan narasi informatif ini juga bertujuan untuk memperluas pengetahuan para pembaca mengenai kisah yang disajikan.
2. Karangan Narasi Ekspositorik

Karangan narasi ekspositorik adalah karangan narasi yang bertujuan untuk penyampaian informasi mengenai kisah hidup seseorang. Dalam karangan narasi ekspositorik, penulis harus menuliskan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya, tanpa dibumbui dengan kisah fiktif. Karangan narasi ekspositorik biasanya mengangkat kisah hidup satu orang. Mulai dari kehidupan masa kecil hingga masa-masa akhir kehidupannya. Karangan narasi ekspositorik umumny amenggunakan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, serta bersifat objektif.
3. Karangan Narasi Artistik

Karangan narasi artistik adalah bentuk karangan narasi yang memiliki maksud dan tujuan khusus. Biasanya, karangan narasi artistik bertujuan untuk menyampaikan amanat kepada pembaca sehingga pembaca itu seolah-olah menyaksikan sebuah kejadian secara langsung. Sama dengan karangan narasi ekspositorik, karangan narasi artistik juga menggunakan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, dan juga bersifat objektif.
4. Karangan Narasi Sugestif

Karangan narasi sugestif adalah karangan narasi yang bertujuan untuk memberikan sugesti kepada pembaca. Tujuan ini umumnya ada dalam karangan narasi dalam buku pengembangan diri yang bertujuan untuk membuat seseorang menjadi sosok yang lebih baik.
CIRI KARANGAN NARASI

Karangan narasi memiliki berbagai keunikan yang membedakannya dari jenis karangan lain. Karangan narasi memiliki ciri-ciri yang membuatnya menjadi berbeda. Ada dua tokoh yang memberikan pandangannya mengenai ciri-ciri karangan narasi, yakni Gorys Keraf dan Atar Semi.

Ciri-ciri karangan narasi menurut Gorys Keraf di antaranya adalah:

    Karangan narasi menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan
    Karangan narasi dirangkai dalam urutan waktu
    Karangan narasi berusaha menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
    Karangan narasi memiliki konfiks

Sedangkan ciri-ciri karangan narasi menurut Atar Semi adalah sebagai berikut:

    Karangan narasi memiliki bentuk berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis
    Karangan narasi dapat berisi kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau bahkan gabungan keduanya.
    Karangan narasi berdiri berdasarkan konfiks. Karangan narasi yang tidak memiliki konfiks biasanya menjadi tidak menarik.
    Karangan narasi memiliki nilai estetika
    Karangan narasi menekankan susunan secara kronologis

LANGKAH MENYUSUN NARASI

Untuk menyusun karangan narasi, diperlukan beberapa langkah dan pertimbangan supaya hasil dari karangan narasi tersebut tidak keluar dari jalur. Secara sederhana, pola karangan narasi memiliki susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.

Pada bagian awal, karangan narasi biasanya diisi dengan kalimat pengantar yang memperkenalkan situasi serta tokoh-tokoh dalam karangan narasi tersebut. Bagian awal dari karangan narasi merupakan bagian yang krusial karena karangan narasi harus dibuat semenarik mungkin. Dengan awal karangan narasi yang menarik, pembaca akan mudah untuk terikat dengan cerita.

Di bagian tengah, karangan narasi umumnya memiliki konflik. Konflik yang muncul biasanya hanya satu, namun tidak menutup kemungkinan untuk munculnya beberapa konflik lain. Konflik dalam pertengahan karangan narasi biasanya akan diarahkan menuju klimaks cerita. Secara berangsur-angsur, konflik ini akan mulai mereda.

Karangan narasi juga memiliki bagian akhir. Pada bagian akhir, karangan narasi akan menampilkan akhir cerita yang mereda. Bagian ini dapat diceritakan secara singkat, namun tidak sedikit pula yang menceritakannya dengan langkah yang panjang. Bahkan, tidak jarang akhir cerita dibuang menggantung dan mempersilakan pembaca untuk menebak akhir cerita sendiri.

Langkah menyusun karangan narasi, khususnya yang berbentuk fiksi, diperlukan proses kreatif untuk menjaga cerita tetap kronologis. Untuk mempermudah proses ini, penulis dapat menggunakan rumus 5W + 1H untuk menyusun karangan narasi.

5W + 1H adalah:

    What : apa yang dapat dikisahkan dalam karangan narasi
    Where : dimana seting/lokasi cerita karangan narasi
    When : kapan peristiwa-peristiwa berjalan dalam karangan narasi tersebut
    Who : siapa pelaku cerita dalam karangan narasi
    Why : kenapa peristiwa-peristiwa pada karangan narasi itu berlangsung
    How : bagaimana cerita dalam karangan narasi itu di uraikan.

Sumber: ciputrauceo

Efek Komunikasi Masa Dan Jenis Komunikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan sebuah media untuk saling bertukar informasi. Cara ini dikenal dengan istilah komunikasi. Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan sebuah berita, saling bertukar informasi, mengajukan sebuah gagasan atau ide, maupun bersosialisasi dengan orang lain. Komunikasi dapat terjadi antara satu orang dengan orang lain, komunikasi antara dua orang atau lebih, seseorang kepada sebuah organisasi atau komunitas, bahkan komunikasi yang ditujukan langsung kepada masyarakat luas. Jenis-jenis komunikasi pun amat beragam. Komunikasi tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun saat ini sudah dapat dilakukan melalui media digital atau online. Komunikasi dapat dilakukan melalui perantara kata-kata dan kalimat, lambang, tanda, maupun tingkah laku. Komunikasi ini sendiri pun dapat dituangkan dalam berbagai bentuk media, seperti kata-kata, gambar, angka, tulisan, dan bahkan video.

Sebuah informasi dapat secara cepat tersampaikan kepada masyarakat luas melalui sebuah media yang disebut sebagai media massa. Media massa adalah sebuah channel atau tempat yang digunakan sebagai sarana dalam proses komunikasi massa. Jenis media massa pun bermacam-macam, yang pertama adalah media massa cetak (printed media) yaitu surat kabar, koran, majalah, tabloid, dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua adalah jenis media massa elektronik (elektronic media) yaitu seperti radio, televisi, dan film. Serta yang ketiga adalah media online (digital media) yaitu melalui program atau channel-channel seperti blog, website, maupun aplikasi-aplikasi jejaring sosial lainnya. Keuntungan penyebaran informasi melalui media massa adalah keunggulannya dalam penyampaian informasi yang sama kepada khalayak ramai dalam waktu relatif serentak.
PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa (mass communication) juga bisa disebut sebagai komunikasi media massa (mass media communication). Maka dari itu, komunikasi massa jelas berarti sebuah cara berkomunikasi atau penyampaian informasi yang dilakukan melalui media massa (communicating with media). Ciri khas dari komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada orang banyak atau masyarakat luas melalui perantara media massa. Jika mendengar kata massa, maka kita dapat mengartikan dengan hal yang berkaitan dengan kata jamak, massive, serta dalam jumlah yang sangat banyak. Defisini komunikasi massa yang paling umum adalah cara penyampaian pesan yang sama, kepada sejumlah besar orang, dan dalam waktu yang serempak melalui media massa. Komunikasi massa dapat dilakukan melalui keseluruhan media massa yang ada, yaitu media cetak, media elektronik, serta media online. Tidak ada batasan media dalam penggunaan komunikasi massa ini.

Sebuah pesan yang disampaikan kepada satu orang, akan memiliki dampak yang berbeda apabila pesan tersebut disampaikan langsung kepada banyak orang di waktu yang bersamaan. Selain manfaat waktu dan tenaga, komunikasi massa memiliki dampak positif keuntungan yang cukup besar lainnya. Komunikasi massa bahkan mampu menggerakkan sebuah massa atau sejumlah besar orang dan komunitas untuk melakukan suatu hal yang diharapkan melalui sebuah pesan. Komunikasi massa adalah jenis kekuatan sosial yang mampu mengarahkan masyarakat dan organisasi media untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan, seperti contohnya adalah tujuan sosial.

Komunikasi massa mampu menyebarkan pesan secara publik secara hampir bersamaan bahkan hanya dalam satu kali penyampaian informasi. Komunikasi massa ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat heterogen yang jangkauannya relatif lebih besar. Komunikasi massa berperan sebagai cara yang efektif untuk menyampaikan informasi antara pihak yang ingin menyampaikan informasi, dengan pihak yang ingin diberikan informasi. Baik komunikasi bagi perorangan atau individu, komunikasi kelompok, maupun fungsi utamanya sebagai komunikasi bagi masyarakat luas.
ILUSTRASI KOMUNIKASI MASSA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KOMUNIKASI MASSA (SAMUEL/UCEO)
PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA MENURUT AHLI

Terdapat beberapa tokoh atau ahli yang menyampaikan pendapatnya mengenai definisi dari komunikasi massa. Salah satunya adalah Charles R. Wright. Menurut pendapat Wright, komunikasi massa dapat dibedakan menurut pola-polanya, hal ini dikarenakan komunikasi massa memiliki keunikan karakteristik yaitu :

    Ditujukan kepada masyarakat luas yang heterogen, anonim, serta dalam jangkauan yang luas
    Informasi yang disampaikan bersifat terbuka
    Informasi yang disampaikan diterima secara bersamaan pada waktu yang kurang lebih relatif sama dan bersifat hanya sementara bagi sebagian media massa (media elektronik)
    Komunikator sebagai pihak yang menyampaikan informasi, biasanya bergerak dalam sebuah organisasi yang memiliki kedudukan tinggi dan membutuhkan biaya yang cukup besar

Menurut Wright, komunikasi massa dapat berfungsi sebagai surveillance atau sebuah kegiatan untuk mengkorelasi dan menggabungkan sebuah kejadian dengan fakta-fakta sehingga dapat ditarik kesimpulan. Selain fungsi penting tersebut, Wright juga berpendapat bahwa komunikasi massa dapat bermanfaat sebagai media hiburan.

Pendapat kedua mengenai definisi komunikasi massa disampaikan oleh John R. Bittner (1980 :10). Bittner berpendapat bahwa, “Mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people”. Komunikasi massa adalah sebuah pesan yang disampaikan atau dikomunikasikan melalui media massa pada sebagian besar orang.
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik. Ciri-ciri komunikasi massa ini dapat diibagi kedalam 4 tanda pokok komunikasi massa. Keempat tanda pokok karakteristik komunikasi massa ini disampaikan oleh seorang ahli yaitu Suprapto. Ciri-ciri menurut Suprapto, 2006 : 13 tentang keempat tanda pokok tersebut adalah sebagai berikut :
1. Komunikasi massa memiliki sifat komunikan

Hal ini karena sasaran komunikasi massa adalah masyarakat yang relatif besar serta memiliki sifat yang heterogen dan anonim. Masyarakat ini tidak dapat diukur berapa banyak jumlahnya, bagaimana latar belakang pendidikan, usia, agama, suku, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal yang dapat menjadikan semua perbedaan ini melebur adalah kesamaan minat dan kepentingan yang sama.
2. Komunikasi massa memiliki sifat cepat dan serentak

Penyampaian pesan secara serempak ini dilakukan secara bersamaan oleh komunikator kepada komunikan yang memiliki jumlah yang besar. Jika disampaikan secara serentak, maka perhatian komunikan akan berfokus pada pesan yang disampaikan oleh komunikator. Sifat penyampaian pesan yang cepat akan memungkinkan pesan tersebut dapat tersampaikan dalam waktu yang relatif singkat.
3. Komunikasi massa memiliki sifat publik

Sudah jelas bahwa pesan yang ingin disampaikan tersebut ditujukan kepada masyarakat luas, bukan kepada golongan tertentu saja. Sehingga isi pesan yang disampaikan harus lebih umum. Karena mencakup lingkungan yang umum dan universal.
4. Komunikator yang terkoordinir

Karena media massa merupakan sebuah lembaga organisasi, maka komunikasi massa pasti memiliki komunikator yang telah terorganisasi dengan baik dan profesional seperti jurnalis, sutradara, penyiar atau pembawa acara, dan lain sebagainya. Pesan yang akan disampaikan tersebut merupakan hasil kerjasama tim, sehingga keberhasilan sebuah komunikasi massa juga tergantung berdasarkan berbagai faktor di dalam organisasi media massa tersebut.

Selain keempat tanda pokok tersebut, komunikasi massa memiliki karakteristik komunikasi massa konsep klasik. Konsep-konsep tersebut diantaranya adalah ditujukan kepada masyakarat luas, yang heterogen, tersebar, serta tidak terbatas pada batas geografis dan kultural. Karakteristik konsep klasik lainnya adalah bersifat umum, cara penyampaian pesan yang cepat dan menjangkau banyak orang dalam waktu yang singkat, penyampaian pesan bersifat satu arah, kegiatan komunikasi dilakukan dengan secara terencana dan terkonsep, komunikasi dilakukan secara periodik atau berkala, serta pesan yang disampaikan melingkupi seluruh aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
EFEK KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa memiliki beberapa efek yang dapat mempengaruhi individu, masyarakat, dan bahkan kebudayaan. Efek menurut Steven A. Chafee adalah sebagai berikut:
1. Efek terhadap individu

Komunikasi massa dapat memberikan efek ekonomis pada setiap individu. Hal ini tercermin dalam jasa lowongan pekerjaan yang disediakan oleh industri media massa. Efek kedua adalah pengaruh terhadap kebiasaan sehari-hari. Setiap pagi orang akan memiliki kebiasaan membaca berita terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas. Efek ketiga adalah entertain, media massa dapat menjadi sebuah sarana ‘pelarian’ dari rasa penat dan stress. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi online media sosial.
2. Efek terhadap masyarakat

Efek ini berkaitan erat dengan karakter yang dimiliki oleh seseorang. Masyarakat akan menilai berdasarkan pembawaan, interaksi, serta cara berfikir seseorang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh media. Media massa secara tidak langsung akan ‘mengajak’ masyarakat untuk memberikan penilaian yang sama terhadap seseorang berdasarkan penilaian dari media massa itu sendiri.
3. Efek terhadap kebudayaan

Kerap kali hal yang ditampilkan dalam media, baik media cetak, media elektronik, maupun media digital akan berbeda bagi setiap kebudayaan yang dianut oleh masing-masing daerah. Misalnya saja mengenai cara berbusana. Gaya berbusana di masing-masing negara tentu berbeda, namun ketika media massa menayangkannya, hal tersebut akan mempengaruhi selera fashion di daerah lain.

Selain Chafee, salah seorang tokoh bernama Effendi juga mengemukakan tentang efek komunikasi massa. Efek menurut Onong Uchyana Effendi (2006) adalah :
1. Efek Kognitif

Efek ini bersifat informatif. Misalnya saja adalah bagaimana seseorang mendapat informasi atau gambaran dari media tentang tempat yang belum pernah dikunjungi.
2. Efek Konatif

Efek ini berakibat pada tindakan yang dilakukan sehari-hari oleh seseorang setelah menerima informasi dari media massa. Misalnya saja seorang ibu rumah tangga yang terinspirasi untuk membuka usaha kerajinan tangan di rumah setelah melihat acara workshop crafting melalui media.
3. Efek Afektif

Efek ini lebih melibatkan tentang perasaan atau faktor psikologis seseorang. Misalnya setelah mendapatkan informasi melalui media massa, seseorang menjadi senang, marah, sedih, iba, terharu, gembira, sebal, dan lain sebagainya sesuai dengan informasi yang diberitakan.
TEORI KOMUNIKASI MASSA

Mengenai teori komunikasi massa, hal ini disampaikan oleh seorang tokoh yaitu Schramm. Model komunikasi massa Schramm mengemukakan bahwa dalam komunikasi massa, memerlukan tiga unsur penting yaitu sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination). Schramm memunculkan sebuah model dalam komunikasi massa. Model adalah gambaran untuk menjelaskan dan menerapkan sebuah teori, dan model ini bermanfaat untuk merumuskan sebuah teori yang baru. Model komunikasi massa menurut Wilbur Schramm menjelaskan bahwa komunikasi adalah interaksi antara dua orang melalui tafsiran, kode, maupun sebuah interpretasi. Model komunikasi massa Schramm adalah teori yang dapat menjelaskan sebuah komunikasi berdasarkan model yang tersaji dalam bentuk gambar yang menonjolkan hal-hal yang dianggap penting.
PERBEDAAN KOMUNIKASI MASSA DAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Komunikasi massa berbeda dengan komunikasi antar pribadi. Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi yang sama kepada khalayak ramai dalam waktu yang relatif cepat. Definisi mengenai komunikasi antar pribadi dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya adalah Onong U. Effendy yang mengemukakan bahwa komunikasi ini adalah jenis komunikasi yang terjadi antara dua orang, namun terjadi interaksi percakapan secara langsung (tatap muka maupun media telepon). Ciri khas dari komunikasi antar pribadi menurut Effendy adalah adanya timbal balik.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dean Barnalus, yaitu bahwa komunikasi antar pribadi biasanya dilakukan melalui pertemuan dua atau lebih orang yang dilakukan secara spontan dan tidak terstruktur. Pendapat ini juga didukung oleh De Vito (Liliweri, 1991 : 13) yang mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi adalah proses penyampaian pesan yang diterima secara langsung dan memiliki efek berupa timbal balik secara langsung.

Sumber: ciputrauceo

Cara Intropeksi Diri Atau Muhasabah

PENGERTIAN INTROSPEKSI

Introspeksi merupakan proses pengamatan terhadap diri sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, introspeksi diri merupakan peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, serta kesalahan dari diri sendiri.
Intropeksi diri biasa disebut pula dengan istilah kontemplasi atau refleksi diri. Ketiganya memiliki pengertian yang sama, yaitu melihat diri sendiri dan melakukan pengungkapan pikiran dalam pemikiran yang disadari. Intropeksi diri merupakan lawan dari ekstropeksi. Jika intropeksi merupakan proses dalam melihat diri sendiri, maka ekstropeksi merupakan proses pengamatan yang dilakukan terhadap objek-objek di luar diri.

Intropeksi diri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kondisi psikis seseorang. Meskipun begitu, introspeksi diri diragukan dalam pemecahan permasalahan ilmiah dalam psikologi. Sifat introspeksi yang subjektif dan tidak bisa diukur membuat beberapa kalangan meragukan kemampuan introspeksi sebagai tolak ukur dalam permasalahan psikologi.
CARA MELAKUKAN INTROSPEKSI
1. Sadarilah kelemahan diri sendiri ketika melakukan introspeksi

Untuk bisa melakukan introspeksi diri, maka seseorang harus menempatkan diri pada posisi yang paling rendah. Dengan kerendahan hati, kita akan lebih mampu untuk menyadari kesalahan yang telah kita lakukan. Introspeksi diri yang dilakukan dengan kerendahan hati dapat memberikan hasil yang lebih mendalam karena kita tidak akan melewatkan banyak hal.

Berkebalikan dengan kerendahan hati, introspeksi yang dilakukan tanpa menyingkirkan rasa sombong tidak akan mungkin bisa dilakukan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri saat melakukan introspeksi karena selalu merasa benar. Sebagai akibatnya, introspeksi yang dilakukan tidak akan berguna karena introspeksi yang dilakukan tidak akan membawa pertumbuhan pribadi. Orang yang sombong dalam introspeksi diri hanya akan terus menerus menyalahkan orang lain, situasi, bahkan Tuhan. Karenanya, selalu rendahkan hati kita ketika hendak melakukan introspeksi diri.
 2. Introspeksi dalam setiap aspek kehidupan

Banyak orang yang melakukan introspeksi diri setelah mengalami sebuah kegagalan. Hal ini tentunya tidak salah, karena introspeksi diharapkan mampu membuat seseorang menyadari kesalahan yang telah dilakukannya dan agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Sebenarnya, introspeksi diri dapat dilakuakn dalam setiap aspek kehidupan. Introspeksi dapat dilakukan sebelum kita merencanakan untuk melakukan sesuatu. Dengan melakukan introspeksi di awal, kita akan mampu mengkaji apa saja hal yang menjadi kelemahan dan kelebihan diri kita, sehingga kita dapat meminimalisir kemungkinan kegagalan yang dapat terjadi.

Introspeksi diri dapat pula dilakukan pada saat kita sedang mewujudkan rencana kita. Introspeksi ini diperlukan supaya kita dapat menelaah hal-hal yang telah kita lakukan selama ini. Jika pada introspeksi ini kita menemukan adanya kesalahan, maka kita dapat dengan segera memperbaikinya. Hal ini tentunya mampu mencegah terjadinya kegagalan dalam rencana kita. Introspeksi diri juga perlu kita lakukan pada akhir masa setelah kita selesai melakukan sesuatu. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Karenanya, introspeksi yang dilakukan setelah kita selesai melakukan sesuatu akan berguna untuk memperbaiki hal yang telah terjadi. Introspeksi di akhir rencana juga berguna untuk menjadi pembelajaran agar ke depannya tidak mengulang pengalaman yang sama.
3. Introspeksi adalah proses menuju pribadi yang lebih baik

Introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Introspeksi diri merupakan bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Bagi beberapa orang, introspeksi diri adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Sebenarnya, introspeksi diri merupakan sebuah hal yang sangat penting dilakukan, khususnya untuk orang-orang dewasa. Orang yang sulit melakukan introspeksi diri cenderung bersikap kekanak-kanakan. Karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.
Sumber: ciputrauceo

Sabtu, 06 Mei 2017

Cara Riset Pemasaran Dan Penyusunnya

PENGERTIAN RISET PEMASARAN

Riset pemasaran merupakan kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran harus dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan dari riset pemasaran, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil riset pemasaran yang diperoleh. Riset pemasaran dilakukan sebagai upaya memberi masukan bagi pihak manajemen. Dengan adanya riset pemasaran, pihak manajemen akan mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih konkrit dilakukan untuk merebut peluang.

Banyak orang yang seringkali masih rancu dengan istilah riset pemasaran. Riset pemasaran (marketing research) seringkali masih disamakan dengan riset pasar (market research), padahal keduanya merupakan istilah yang berbeda. Riset pasar berfokus pada pasar yang telah ditentukan secara spesifik. Sementara itu, riset pemasaran memiliki arti yang lebih luas. Riset pemasaran tidak hanya terpaku pada aspek pasar atau produk, namun juga mencangkup hal-hal di luar itu. Singkatnya, riset pasar bisa disebut sebagai bagian dari riset pemasaran.
RISET PEMASARAN MENURUT PARA AHLI

Selain pengertian riset pemasaran secara umum, para ahli pun memiliki pendapatnya sendiri mengenai definisi riset pemasaran. Philip Kotler yang dikenal sebagai salah satu guru pemasaran dunia mendefinisikan riset pemasaran sebagai perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan yang sistematis dari data atau temuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi oleh perusahaan.

Sementara itu, praktisi riset Robby Susatyo memiliki pendapatnya sendiri mengenai riset pemasaran. Robby Susatyo mendefinisikan riset pemasaran sebagai suatu identifikasi yang objektif dan sistematis, yang dilanjutkan dengan pengumpulan. analisis, dan perangkaian informasi yang bertujuan untuk memperbaiki pengambilan keputusan yang berkaitan solusi masalah dan penemuan peluang dalam proses pemasaran.

Selain para ahli, beberapa badan dan organisasi dunia juga memiliki definisi sendiri untuk riset pemasaran. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan masyarakat umum dengan pemasar melalui informasi. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai sebuah proses serta pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat aktivitas pemasaran lebih efektif.
FUNGSI RISET PEMASARAN

Riset pemasaran merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran. Program pemasaran pada tahun yang baru biasanya turut dipengaruhi oleh hasil riset pemasaran yang dilakukan perusahaan di akhir tahun. Riset pemasaran dapat diibaratkan sebagai mata dan telinga perusahaan untuk mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan konsumen terhadap perusahaan. Riset pemasaran memiliki tiga fungsi utama bagi perusahaan, yaitu:
A. Evaluating

Fungsi riset pemasaran yang pertama adalah evaluating. Riset pemasaran yang dilakukan untuk fungsi ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluating dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika perusahaan ingin melakukan review terhadap brand positioning dibandingkan dengan produk pesaing.
B. Understanding

Fungsi riset pemasaran kedua adalah understanding. Fungsi riset pemasaran ini menekankan pada tujuan untuk memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen, perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen. Dalam menjalankan funsi ini, riset pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang menggambarkan potret kebiasaan dan perilaku konsumen serta harapan dan keluhan mereka terhadap produk.
C. Predicting

Fungsi riset pemasaran ketiga adalah predicting. Fungsi riset pemasaran yang terakhir ini merupakan fungsi yang sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran sangatlah beresiko karena sifatnya yang sangat relatif. Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitupun ketika perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi penilaian utama.          
JENIS RISET PEMASARAN

Riset pemasaran dapat diklarifikasikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan tujuannya. Meskipun begitu, kategorisasi ini sebenarnya tidak mutlak. Riset pemasaran dapat pula dilakuakan dengan bentuk kombinasi dari ketiganya. Ketiga jenis riset pemasaran tersebut adalah:
A. Problem Solving Research

Problem solving research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mengidentifikasi serta memecahkan permasalahan yang sering terjadi dalam pemasaran. Riset pemasaran jenis ini berorientasi pada masa lalu, artinya masalah pemasaran yang pernah terjadi diidentifikasi dan dievaluasi kembali. Proses identifikasi dan evaluasi ini diharapkan akan mampu membantu perusahaan untuk mendapatkan solusi serta mencegah terulangnya kesalahan di masa depan.
B. Controlling Research

Controlling research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk pengawasan atau pengendalian proses bisnis serta pemasaran yang sedang terjadi. Riset pemasaran yang dilakukan secara reguler akan mampu menjaga kinerja proses bisnis dan pemasaran. Harapannya, riset pemasaran yang dilakukan secara berkala akan mampu menghasilkan zero deffect dalam perusahaan.
C. Planning Research

Planning research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mendapatkan informasi sebagai panduan dalam merencanakan kegiatan pemasaran. Sebuah perencanaan bisnis atau pemasaran memerlukan informasi dari riset pemasaran untuk dapat mengukur secara tepat target serta strategi yang hendak disusun. Tanpa riset pemasaran, maka perencanaan yang disusun bisa jadi tidak tepat sasaran dan justru berpotensi merugikan perusahaan.
PROSES RISET PEMASARAN

Riset pemasaran merupakan sebuah riset yang penting dilakukan untuk membantu perusahaan memahami konsumen dan juga pesaingnya. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk hati-hati dalam melakuakn riset pemasaran. Kesalahan yang dilakukan dalam riset pemasaran dapat memengaruhi hasil riset yang berdampak pada melesetnya perencanaan pemasaran.

Riset pemasaran merupakan riset yang menggunakan metode sistematik serta objektif. Sistematik dan objektif yang dimaksud dalam hal ini adalah riset pemasaran menggunakan beberapa tahap dengan kesatuan logis sehingga hasil dari riset pemasaran dapat diterima dan dipahami oleh semua pihak.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa dilakukan dalam riset pemasaran. Langkah ini bukanlah tahapan yang mutlak, namun hanya sebagai kerangka yang dapat memudahkan pelaksanaan riset pemasaran.
A. Menetapkan Masalah Riset

Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh periset dalam menetapkan masalah riset adalah:

    Memperoleh pandangan klien mengenai masalah yang sebenarnya terjadi
    Mempertimbangkan sumber dan jenis informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh klien
    Mengkombinasikan masukan informasi dari pihak klien dengan periset

B. Penentuan Desain Riset

Desain riset akan menggambarkan perencanaan yang akan dilakukan dalam riset dan mengacu pada masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada tahap inilah periset perlu merinci dengan detil prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab masalah riset dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengambilan keputusan.

Terdapat tiga jenis desain riset, yaitu:
1. Eksploratori

Tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2. Deskriptif

Tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu
3. Kausal

Tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti
C. Metode Pengumpulan Data (Primer atau Sekunder)

Data primer adalah data asli yang dikumpulkan langsung oleh periset untukmenjawab masalah risetnya secara khusus.

Cara mengumpulkan data primer adalah dengan:

    Wawancara
    Focus group discussion
    Teknik proyeksi
    Survei
    Observasi
    Eksperimen

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri. Artinya, periset sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut (kadang sudah berbentuk informasi) ke pihak lain yang telah mengumpulkannnya di lapangan.
D. Penentuan Desain Pertanyaan, Skala dan Alat Analisis

Pada tahap ini periset perlu melakukan tiga aktivitas sebagai berikut:

    Merancang pertanyaan atau kuesioner yang akan ditanyakan kepada pihak yang disurvey. Pertanyaan dalam kuesioner dapat bersifat terbuka ataupun tertutup
    Merancang skala penilaian hasil kuesioner
    Merancang alat analisis yang akan digunakan dalam menilai kuesioner

E. Menentukan Metode Pengambilan Sampel Dari Populasi yang Diteliti
F. Penulisan dan Penyampaian Proposal Riset.

Pada tahap ini periset menyiapkan dokumentasi yang berisi:

    Ringkasan eksekutif yang menyampaikan poin utama yang akan dijalankan dalam riset
    Latar belakang masalah
    Penentuan masalah dan tujuan riset
    Pendekatan terhadap permasalahan dengan menampilkan literatur, teori atau pendekatan yang akan digunakan sebagai rujukan riset
    Desain riset yang mencakup jenis data yang akan dikumpulkan dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
    Analisis data dengan menguraikan cara menginterpretasikan data yang akan dianalisa
    Pelaporan yang akan dihasilkan dari riset tersebut
    Waktu dan biaya riset
    Lampiran-lampiran yang diperlukan dalam riset, misalnya: format kuesioner

G. Pengumpulan Data
H. Pengeditan, Pengkodean, dan Penginputan Data
I. Analisis dan Penginterpretasian Hasil Riset
J. Penulisan dan Penyampaian Laporan Akhir

Sumber: ciputrauceo

Cara Preferensi Konsumen Dan Tahapannya

etiap orang memiliki pertimbangan tersendiri ketika hendak membeli suatu barang. Bagi sebagian orang, kualitas barang adalah yang utama, tidak peduli seberapa mahal pun harga barang yang akan dibelinya tersebut. Bagi sebagian orang yang lain, kualitas tidaklah begitu penting. Asalkan harganya terjangkau, maka barang tersebut akan dibelinya. Selain itu, ada pula orang-orang yang mementingkan brand di atas segalanya. Jika ada barang yang ia suka, namun bukan berasal dari brand yang biasa dibelinya, maka ia akan lebih memilih untuk mengurungkan niat membeli barang tersebut.

Pilihan-pilihan setiap orang terhadap sebuah produk inilah yang disebut dengan preferensi. Preferensi dapat disebut pula dengan kata lain “selera”. Selera masing-masing orang tentunya ditentukan oleh banyak hal, mulai dari hobi, kondisi sosial, ekonomi, hingga lingkungan hidupnya. Preferensi yang dimiliki seorang konsumen akan menjadi sangat penting bagi perusahaan. Preferensi konsumen lah yang pada akhirnya memengaruhi pilihan mereka terhadap pembelian suatu brand. Agar usaha yang dibangun dapat terus berjalan, maka seorang pengusaha harus mampu menganalisis preferensi dari target konsumennya.          
ILUSTRASI PREFERENSI (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI PREFERENSI (SAMUEL/UCEO)
PENGERTIAN PREFERENSI

Preferensi berasal dari Bahasa Inggris preference yang berarti “a greater liking for one alternative over another or others” (kesukaan akan sebuah hal dibandingkan dengan hal yang lain). Dalam kamus Bahasa Indonesia kata preferensi jika diejakan menjadi pre.fe.ren.si [n] (1) (hak untuk) didahulukan dan diutamakan daripada yang lain; prioritas; (2) pilihan; kecenderungan; kesukaan.

Menurut Assael, preferensi konsumen dapat berarti kesukaan, pilihan atau sesuatu hal yang lebih disukai konsumen. Preferensi ini terbentuk dari persepsi konsumen terhadap produk. Assael membatasi kata persepsi sebagai perhatian kepada pesan, yang mengarah ke pemahaman dan ingatan. Persepsi yang sudah mengendap dan melekat dalam pikiran akan menjadi preferensi.

Sementara itu menurut Foster, setiap orang bertingkah laku sesuai dengan preferensi mereka. Maka dari itu, banyak tindakan konsumen yang dapat diramalkan terlebih dahulu. Preferensi konsumen terhadap suatu barang dapat diketahui dengan menentukan atribut-atribut atau faktor-faktor yang melekat pada produk. Atribut-atribut itulah yang pada akhirnya dapat mempengaruhi seseorang sebagai pertimbangan untuk memilih suatu barang.

Mowen pun memiliki pandangan tersendiri mengenai preferensi. Menurut Mowen, preferensi dapat berubah dan dapat dipelajari sejak kecil. Preferensi terhadap produk bersifat plastis, terutama pada orang-orang yang masih berusia muda dan kemudian akan menjadi permanen bila seseorang telah memiliki gaya hidup yang lebih kuat.
TAHAP-TAHAP PREFERENSI

Untuk menerangkan suatu preferensi, terdapat beberapa aksioma (pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian) yang diasumsikan ke dalam tiga sifat dasar, yaitu:
a. Kelengkapan (completeness)

Kelengkapan (completeness) mengandung pengertian jika A dan B merupakan dua kondisi atau situasi, maka setiap orang selalu harus bisa menspesifikasikan apakah :

    A lebih disukai daripada B
    B lebih disukai daripada A, atau
    A dan B sama-sama disukai

Jika mengacu pada dasar ini, maka tiap orang diasumsikan tidak bingung dalam menentukan pilihan. Setiap orang tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan demikian, setiap orang selalu bisa menjatuhkan pilihan di antara dua alternatif yang ada.
b. Transitivitas (transitivity)

Transitivitas (transitivity) yaitu jika seseorang menyatakan lebih menyukai A daripada B, dan lebih menyukai B daripada C, maka orang tersebut harus lebih menyukai A daripada C. Dengan demikian, seseorang tidak bisa mengartikulasikan preferensi yang saling bertentangan.
c. Kontinuitas (continuity)

Kontinuitas (continuity) yaitu jika seseorang menyatakan lebih menyukai A daripada B ini berarti segala kondisi di bawah pilihan A tersebut disukai daripada kondisi di bawah pilihan B.

Diasumsikan preferensi tiap orang akan mengikuti dasar di atas. Dengan demikian, setiap orang akan selalu dapat membuat atau menyusun rangking pada semua situasi ataupun kondisi mulai dari yang paling disukai hingga yang paling tidak disukai dari berbagai macam barang dan jasa yang tersedia.

Preferensi konsumen muncul dalam tahap evaluasi alternatif dalam proses keputusan pembelian, di mana dalam tahap tersebut konsumen dihadapkan dengan berbagai macam pilihan produk maupun jasa dengan berbagai macam atribut yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa preferensi adalah suatu pilihan yang diambil dan dipilih konsumen dari berbagai macam pilihan yang tersedia. Di dalam tahap ini dapat dilihat pada saat kapan tahap preferensi tersebut hadir pada konsumen. Tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Hierarchy of Effect Model

Hierarchy of Effect Model

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa terdapat enam langkah dalam model hierarchy of effect yaitu :
1. Awareness/Kesadaran

Tahap ini adalah tahap dimana konsumen menyadari adanya suatu produk baik itu berupa barang atau jasa.
2. Knowledge/Pengetahuan

Di dalam tahap ini konsumen sudah mengenal produk dan mengerti tentang produk yang berupa barang atau jasa tersebut.
3. Liking/Menyukai

Tahap ini adalah tahap dimana konsumen mulai menyukai produk tersebut yang berupa barang atau jasa yang ditawarkan.
4. Preference/Memilih

Tahap ini adalah tahap dimana konsumen mulai lebih memilih produk tersebut dibandingkan produk-produk lainya.
5. Conviction or Intention to Buy/ Keinginan Untuk Membeli

Tahap ini konsumen mempunyai keinginan dan memutuskan untuk membeli produk.
6. Purchase/Membeli

Pada tahap ini adalah tahap dimana konsumen dapat dikatakan sebagai konsumen yang loyal terhadap sebuah produk, sehingga konsumen tersebut tidak ragu lagi untuk membeli produk tersebut tanpa adanya pertimbangan yang banyak.

Dengan memahami preferensi konsumen, perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk merespon ekspektasi konsumen dan menjadikan strategi differensiasi sebuah perusahaan tersebut dengan pesaingnya. Menurut Kotler dan Keller, ada beberapa langkah yang harus dilalui sampai konsumen membentuk preferensi :

    Diasumsikan bahwa konsumen melihat produk sebagai sekumpulan atribut. Konsumen yang berbeda memiliki atribut yang berbeda mengenai suatu produk yang relevan.
    Tingkat kepentingan atribut berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Konsumen memiliki penekanan yang berbeda-beda dalam menilai atribut apa yang paling penting. Konsumen yang daya belinya besar akan mementingkan atribut harga yang paling utama.
    Konsumen mengembangkan sejumlah kepercayaan tentang letak produk pada setiap atribut.
    Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk akan beragam sesuai dengan perbedaan atribut.
    Konsumen akan sampai pada sikap terhadap merek yang berbeda melalui prosedur evaluasi.

Tahap preferensi yang dimiliki oleh konsumen terhadap sebuah produk, adalah awal dari tahap loyalitas konsumen terhadap produk tersebut. Sehingga perusahaan harus mempelajari bagaimana cara menimbulkan rasa preferensi tersebut di dalam diri.

Sumber: ciputrauceo

Untuk Apa Opec Didirikan Didunia

Ketika masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD) kita pasti pernah mendengar istilah OPEC. OPEC merupakan singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries. Dalam bahasa Indonesia, OPEC dikenal pula sebagai kependekan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi.

OPEC merupakan organisasi yang memiliki tujuan untuk menegosiasikan masalah-masalah mengenai produksi, harga, dan hak konsesi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak yang ada di seluruh dunia.
SEJARAH OPEC

Berdirinya OPEC awalnya dipicu oleh keputusan sepihak dari perusahaan minyak multinasional (The Seven Sisters) pada tahun 1959/1960. Perusahaan minyak ini menguasai industri minyak dan mampu menetapkan harga di pasar internasional tanpa memedulikan usulan dari pihak lain. Sebelumnya,  Venezuela memang telah mendekati negara-negara penghasil minyak seperti Iran, Gabon, Libya, Kuwait dan Saudi Arabia pada tahun 1949 untuk bertukar pandangan dan memprakarsai pembentukan organisasi OPEC.

Keputusan The Seven Sisters akhirnya memunculkan kembali wacana pembentukan OPEC yang akhirnya diwujudkan di tahun 1960 dengan lima negara pendiri sekaligus anggota pertama OPEC,yakni:

    Iran
    Irak
    Kuwait
    Arab Saudi
    Venezuela

Pada tahun 1970, OPEC dan perusahaan minyak The Seven Sisters menandatangani sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama “The Tripoli-Teheran Agreement”. Perjanjian ini menempatkan OPEC sebagai sebuah organisasi yang mampu secara penuh menetapkan harga pasar minyak internasional.
ILUSTRASI OPEC (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI OPEC (SAMUEL/UCEO)
TUJUAN OPEC

Secara umum, Tujuan OPEC dibagi menjadi dua tujuan utama, yakni:
1. Tujuan Ekonomi

Tujuan OPEC secara ekonomi adalah untuk mempertahankan harga minyak dan menentukan harga sehingga menguntungkan negara-negara produsen
2. Tujuan Politik

Tujuan OPEC secara politik adalah untuk mengatur hubungan dengan perusahaan-perusahaan minyak asing atau pemerintah negara-negara konsumen.

Saat ini, OPEC telah berusia 56 tahun. OPEC pun kini telah menetapkan tujuan yang hendak dicapai, yaitu “preserving and enhancing the role of oil as a prime energy source in achieving sustainable economic development”.

Untuk mencapai tujuan ini, OPEC pun telah menyusun berbagai strategi , misalnya:

    Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antar negara anggota
    Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan negara anggota
    Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga
    Menjamin income yang tetap bagi negara-negara produsen minyak
    Menjamin suplai minyak bagi konsumen
    Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil.

OPEC juga memiliki kebijakan-kebijakan lain, yakni:

    Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota.
    Memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi.
    Menstabilkan harga minyak dunia.
    Menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara anggota.

STRUKTUR ORGANISASI DAN MANAJEMEN OPEC

Selayaknya organisasi-organisasi pada umumnya, OPEC sebagai sebuah organisasi juga memiliki struktur di dalamnya. Berdasarkan Statuta OPEC Pasal 9, Organisasi OPEC terdiri dari:
A. Konferensi

    Konferensi dalah organ tertinggi dalam OPEC. Konferensi memiliki agenda pertemuan rutin 2 kali dalam setahun. Meskipun begitu, konferensi tetap dapat melakukan pertemuan extra-ordinary yang dapat dilaksanakan jika diperlukan. Semua negara anggota harus terwakilkan dalam konferensi dan tiap negara mempunyai satu hak suara. Keputusan dalam perundingan yang dilakukan dalam Konferensi ditetapkan setelah mendapat persetujuan dari negara anggota (pasal 11-12).
    Konferensi OPEC dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden OPEC yang dipilih oleh anggota pada saat pertemuan Konferensi (Pasal 14).
    Konferensi OPEC bertugas merumuskan kebijakan umum organisasi dan mencari cara untuk mengimplementasian kebijakan tersebut. Sebagai organisasi tertinggi, pertemuan Konferensi OPEC dapat pula dilaksanakan untuk mengukuhkan penunjukan anggota Dewan Gubernur dan Sekretaris Jenderal OPEC(Pasal 15).

B. Dewan Gubernur

    Dewan Gubernur OPEC terdiri dari Gubernur yang dipilih oleh masing-masing anggota OPEC untuk duduk dalam Dewan yang bersidang sedikitnya dua kali dalam setahun. Pertemuan extraordinary dari Dewan dapat berlangsung atas permintaan Ketua Dewan, Sekretaris Jenderal atau 2/3 dari anggota Dewan (Pasal 17 & 18).
    Tugas Dewan adalah melaksanakan keputusan Konferensi; Mempertimbangkan dan memutuskan laporan-laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal; Memberikan rekomendasi dan laporan kepada pertemuan Konferensi OPEC; Membuat anggaran keuangan organisasi dan menyerahkannya kepada Sidang Konferensi setiap tahun; Mempertimbangkan semua laporan keuangan dan menunjuk seorang auditor untuk masa tugas selama 1 tahun; Menyetujui penunjukan Direktur-Direktur Divisi, Kepala Bagian yang diusulkan negara anggota; Menyelenggarakan pertemuan Extraordinary Konferensi OPEC dan mempersiapkan agenda sidang (Pasal 20).

Dewan Gubernur dipimpin oleh seorang Ketua & Wakil Ketua yang berasal dari para Gubernur OPEC negara-negara anggota dan yang disetujui oleh Pertemuan Konferensi OPEC untuk masa jabatan selama 1 tahun (Pasal 21).
C. Sekretariat

Sekretariat adalah pelaksana eksekutif organisasi sesuai dengan statuta dan pengarahan dari Dewan Gubernur. Sekretaris Jenderal adalah wakil resmi dari organisasi yang dipilih untuk periode 3 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk periode yang sama. Sekretaris Jenderal harus berasal dari salah satu negara anggota. Dalam melaksanakan tugasnya Sekjen bertanggung jawab kepada Dewan Gubernur dan mendapat bantuan dari para kepala Divisi dan Bagian.                      
PERANAN INDONESIA DALAM OPEC

Indonesia telah menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962. Sejak menjadi anggota OPEC, Indonesia ikut berperan aktif dalam penentuan arah dan kebijakan OPEC. Keikutsertaan ini khususnya dalam kegiatan stabilisasi jumlah produksi dan harga minyak di pasar Internasional. Keikutsertaan Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2004, yakni saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Indonesia terpilih menjadi Presiden dan Sekjen sementara OPEC.

Keikutsertaan Indonesia dalam OPEC tentunya membawa keuntungan secara ekonomi dan politik. Sayangnya, keuntungan ekonomi Indonesia dalam keanggotaan OPEC justru menjadi perdebatan menjelang tahun 2000-an. Beberapa tahun belakangan, Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor minyak, namun dianggap telah menjadi negara pengimpor minyak. Sementara itu, Indonesia masih harus membayar iuran wajib dalam keanggotaan OPEC, yakni sebesar 2 juta US Dollar setiap tahunnya. Selain itu, Indonesia juga harus membayar biaya-biaya lain untuk biasa sidang OPEC yang diikuti oleh Delegasi RI.

Secara Politis, keanggotaan Indonesia di OPEC akan memberikan berbagai keuntungan, yaitu meningkatkan posisi Indonesia dalam proses tawar-menawar dalam hubungan internasional. Kedudukan Menteri ESDM dalam kapasitasnya sebagai Presiden Konferensi OPEC sekaligus acting Sekjen OPEC pada tahun 2004, telah memberikan posisi tawar yang sangat tinggi dan strategik serta kontak yang lebih luas dengan negara – negara produsen minyak utama lainnya.

Indonesia akhirnya keluar dari OPEC pada tanggal 28 Mei 2008. Menurut Mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia, Meizar Rahman, Indonesia sebenarnya tidak keluar dari OPEC. Status keanggotaan Indonesia hanya dibekukan atau disuspensi. Indonesia membekukan status keanggotaannya pada tahun 2008 karena posisi Indonesia sebagai importir minyak membuat munculnya ketidakcocokan dengan negara-negara eksportir minyak yang menjadi anggota OPEC lainnya. Kendati disuspensi, namun Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan OPEC, termasuk dalam menjalin hubungan bilateral dengan sejumlah negara OPEC.

Sumber: ciputrauceo

Apa Itu Kolerasi Dan Tipe-Tipenya

PENGERTIAN KORELASI

Secara sederhana, korelasi dapat diartikan sebagai hubungan. Namun ketika dikembangkan lebih jauh, korelasi tidak hanya dapat dipahami sebatas pengertian tersebut. Korelasi merupakan salah satu teknik analisis dalam statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Hubungan dua variabel tersebut dapat terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau dapat pula terjadi karena kebetulan saja. Dua variabel dikatakan berkolerasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur dengan arah yang sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif).

Dalam Matematika, korelasi merupakan ukuran dari seberapa dekat dua variabel berubah dalam hubungan satu sama lain. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan tinggi badan dan usia siswa SD sebagai variabel dalam korelasi positif. Semakin tua usia siswa SD, maka tinggi badannya pun menjadi semakin tinggi. Hubungan ini disebut korelasi positif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang sama, yakni dengan meningkatnya usia, maka tinggi badan pun ikut meningkat.

Sementara itu, kita bisa menggunakan nilai dan tingkat ketidak hadiran siswa sebagai contoh dalam korelasi negatif. Semakin tinggi tingkat ketidak hadiran siswa di kelas, maka nilai yang diperolehnya cenderung semakin rendah. Hubungan ini disebut korelasi negatif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang berlawanan, yakni dengan meningkatnya tingkat ketidak hadiran, maka nilai siswa justru menurun.

Kedua variabel yang dibandingkan satu sama lain dalam korelasi dapat dibedakan menjadi variabel independen dan variabel dependen. Sesuai dengan namanya, variabel independen adalah variabel yang perubahannya cenderung di luar kendali manusia. Sementara itu variabel dependen adalah variabel yang dapat berubah sebagai akibat dari perubahan variabel indipenden. Hubungan ini dapat dicontohkan dengan ilustrasi pertumbuhan tanaman dengan variabel sinar matahari dan tinggi tanaman. Sinar matahari merupakan variabel independen karena intensitas cahaya yang dihasilkan oleh matahari tidak dapat diatur oleh manusia. Sedangkan tinggi tanaman merupakan variabel dependen karena perubahan tinggi tanaman dipengaruhi langsung oleh intensitas cahaya matahari sebagai variabel indipenden.
ILUSTRASI KORELASI (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI KORELASI (SAMUEL/UCEO)
MACAM-MACAM KORELASI

Korelasi sebagai sebuah analisis memiliki berbagai jenis menurut tingkatannya. Beberapa tingkatan korelasi yang telah dikenal selama ini antara lain adalah korelasi sederhana, korelasi parsial, dan korelasi ganda. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing korelasi dan bagaimana cara menghitung hubungan dari masing-masing korelasi tersebut.
1. Korelasi Sederhana

Korelasi Sederhana merupakan suatu teknik statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara 2 variabel dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan keduanya dengan hasil yang bersifat kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud adalah apakah hubungan tersebut erat, lemah,  ataupun tidak erat. Sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya linear positifataupun linear negatif.

Di antara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Lalu apa perbedaan di antara keduanya?

Korelasi Pearson Product Moment adalah korelasi yang digunakan untuk data kontinu dan data diskrit. Korelasi pearson cocok digunakan untuk statistik parametrik. Ketika data berjumlah besar dan memiliki ukuran parameter seperti mean dan standar deviasi populasi.

Korelasi Pearson menghitung korelasi dengan menggunakan variasi data. Keragaman data tersebut dapat menunjukkan korelasinya. Korelasi ini menghitung data apa adanya, tidak membuat ranking atas data yang digunakan seperti pada korelasi Rank Spearman. Ketika kita memiliki data numerik seperti nilai tukar rupiah, data rasio keuangan, tingkat pertumbuhan ekonomi, data berat badan dan contoh data numerik lainnya, maka Korelasi Pearson Product Moment cocok digunakan.

Sebaliknya, Koefisien Korelasi Rank Spearman digunakan untuk data diskrit dan kontinu namun untuk statistik nonparametrik. Koefisien korelasi Rank Spearman lebih cocok untuk digunakan pada statistik nonparametrik. Statistik nonparametrik adalah statistik yang digunakan ketika data tidak memiliki informasi parameter, data tidak berdistribusi normal atau data diukur dalam bentuk ranking. Berbeda dengan Korelasi Pearson, korelasi ini tidak memerlukan asumsi normalitas, maka korelasi Rank Spearman cocok juga digunakan untuk data dengan sampel kecil.

Korelasi Rank Spearman menghitung korelasi dengan menghitung ranking data terlebih dahulu. Artinya korelasi dihitung berdasarkan orde data. Ketika peneliti berhadapan dengan data kategorik seperti kategori pekerjaan, tingkat pendidikan, kelompok usia, dan contoh data ketegorik lainnya, maka Korelasi Rank Spearman cocok digunakan. Korelasi Rank Spearman pun cocok digunakan pada kondisi dimana peneliti dihadapkan pada data numerik (kurs rupiah, rasio keuangan, pertumbuhan ekonomi), namun peneliti tidak memiliki cukup banyak data (data kurang dari 30).
2. Korelasi Parsial

Korelasi parsial adalah suatu metode pengukuran keeratan hubungan (korelasi) antara variabel bebas dan variabel tak bebas dengan mengontrol salah satu variabel bebas untuk melihat korelasi natural antara variabel yang tidak terkontrol. Analisis korelasi parsial (partial correlation) melibatkan dua variabel. Satu buah variabel yang dianggap berpengaruh akan dikendalikan atau dibuat tetap (sebagai variabel kontrol).

Sebagai contoh misalnya kita akan meneliti hubungan variabel X2 dan variabel bebas Y, denganX1 dikontrol (korelasi parsial). Disini variabel yang dikontrol (X1) dikeluarkan atau dibuat konstan. Sehingga X2’ = X2 – (b2X1 + a2 ) dan Y’ = Y – (b1 X1 +a1 ), tetapi nilai a dan b didapatkan dengan menggunakan regresi linear. Setelah hasilnya diperoleh, kemudian dicari regresi X2‘ dengan Y’ dimana : Y’ = b3X2’ +a3. Korelasi yang didapatkan dan sejalan dengan model-model di atas dinamakan korelasi parsial X2 dan Y sedangkan X1 dibuat konstan.

Nilai korelasi berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat. Sebaliknya, jika nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik, maka Y naik) sementara nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun).

Data yang digunakan dalam korelasi parsial biasanya memiliki skala interval atau rasio. Berikut adalah pedoman untuk memberikan interpretasi serta analisis bagi koefisien korelasi menurut Sugiyono:

0.00 - 0,199 = sangat rendah

0,20 - 0,3999 = rendah

0,40 - 0,5999 = sedang

0,60 - 0,799 = kuat

0,80 - 1,000 = sangat kuat
3. Korelasi Ganda

Korelasi ganda adalah bentuk korelasi yang digunakan untuk melihat hubungan antara tiga atau lebih variabel (dua atau lebih variabel independen dan satu variabel dependent. Korelasi ganda berkaitan dengan interkorelasi variabel-variabel independen sebagaimana korelasi mereka dengan variabel dependen.

Korelasi ganda adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain. Korelasi ganda merupakan korelasi yang terdiri dari dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,…..Xn) serta satu variabel terikat (Y). Apabila perumusan masalahnya terdiri dari tiga masalah, maka hubungan antara masing-masing variabel dilakukan dengan cara perhitungan korelasi sederhana.

Korelasi ganda memiliki koefisien korelasi, yakni besar kecilnya hubungan antara dua variabel yang dinyatakan dalam bilangan. Koefisien Korelasi disimbolkan dengan huruf R. Besarnya Koefisien Korelasi adalah antara -1; 0; dan +1.

Besarnya korelasi -1 adalah negatif sempurna yakni terdapat hubungan di antara dua variabel atau lebih namun arahnya terbalik, +1 adalah korelasi yang positif sempurna (sangat kuat) yakni adanya sebuah hubungan di antara dua variabel atau lebih tersebut, sedangkan koefisien korelasi 0 dianggap tidak terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih yang diuji sehingga dapat dikatakan tidak ada hubungan sama sekali

Sumber: ciputrauceo

Cara Mawas Diri Dalam Bekerja

Tentu kita melakukan interaksi dengan orang lain, baik melalui komunikasi maupun tindakan. Namun pernahkah Anda merasa ketika telah mengatakan atau melakukan suatu hal, kemudian Anda berpikir bahwa apa yang telah Anda katakan dan lakukan tersebut merupakan suatu kesalahan dan keteledoran yang tidak semestinya Anda lakukan?

Misalnya saja Anda melakukan sesuatu ketika sedang dalam keadaan emosi, mengatakan suatu hal yang menyinggung perasaan orang lain, berkata buruk, menjelekkan orang lain, atau suatu hal lain lain yang keterlaluan atau tidak seharusnya dilakukan. Lebih parah lagi apabila tindakan atau perkataan tersebut berakibat memicu timbulnya sikap permusuhan, pertengkaran, dan bahkan perkelahian. Tentunya hal ini akan berdampak adanya rasa penyesalan pada diri Anda. Semua hal tersebut dapat dihindari jika Anda dapat menerapkan sikap mawas diri.

Mawas diri atau self awareness adalah sebuah sikap kehati-hatian terhadap segala jenis bentuk ucapan maupun tindakan yang akan dilakukan. Kata mawas diri memiliki persamaan kata, sinonim mawas diri adalah introspeksi, berkaca, dan bercermin. Selain sikap lebih berhati-hati dalam bertindak, mawas diri artinya adalah ketika seseorang bercermin terhadap semua tindakan yang dapat berakibat buruk atau menimbulkan adanya sebuah penyesalan di akhir. Menurut KBBI edisi 2 Balai Pustaka 1993, mawas diri adalah sebuah sikap melihat, yaitu dalam arti memeriksa, mengintrospeksi dan mengoreksi kesalahan diri sendiri secara terbuka dan jujur agar di kemudian hari tidak melakukan kesalahan yang sama.

Sikap mawas diri dilakukan sepenuhnya berdasarkan kemauan diri sendiri, secara sadar diri dan tanpa melalui pemaksaan dari orang lain maupun pihak manapun. Mawas diri adalah sebuah sikap cara membawa diri dengan cara mengatur emosi dan tindakan yang terkendali agar tidak menimbulkan efek negatif di kemudian hari dan tidak merugikan orang lain. Dalam menjalani hidup sehari-hari, pola dan kebiasaan hidup kita secara tidak langsung juga akan berdampak kepada orang lain. Jika kebiasaan tersebut berdampak, maka bukan tidak mungkin hal tersebut dapat merugikan orang lain. Maka dari itu, diperlukan sikap mawas diri agar dapat mengendalikan sikap, kata-kata, dan perbuatan kita. Sikap mawas diri merupakan naluri dasar manusia, dan hal tersebut dapat memberikan kedewasaan sikap terhadap perilaku seseorang.
ILUSTRASI MAWAS DIRI DALAM BEKERJA (SAMUEL/UCEO)

ILUSTRASI MAWAS DIRI DALAM BEKERJA (SAMUEL/UCEO)
MAWAS DIRI MENURUT PARA AHLI

Mawas diri merupakan suatu kemampuan dalam mengatur respons sosial di masyarakat. Sikap mawas diri dapat membantu seseorang menjalani perilaku agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, kultur, serta kebiasaan orang lain yang diajak berkomunikasi. Para ahli juga telah mengemukakan definisi dari mawas diri. Beberapa tokoh tersebut antara lain adalah :
1. Menurut Damardjati Supadjar

Damardjati Supadjar adalah seorang pakar filsuf Jawa yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran, dan hasil pemikirannya ini telah banyak dituangkan ke dalam berbagai kajian ilmu dan media massa seperti bentuk tafsir Jawa, Ketuhanan, serta Pancasila. Salah satu bentuk pemikirannya tertuang dalam sebuah buku berjudul Mawas Diri. Menurut Damardjati, manusia perlu untuk menggugah sikap mawas diri dan mengartikan makna hidup agar dapat mengoreksi diri demi menghadapi berbagai situasi mengkhawatirkan yang terjadi dalam masyarakat.
2. Menurut Stephen Covey

Covey pernah menulis sebuah buku yang berjudul First Things First. Di dalam buku tersebut terdapat penjelasan empat sisi potensial yang harus dimiliki manusia agar bisa maju. Salah satunya adalah sikap mawas diri atau self awareness.
3. Menurut Marbangun Hardjowirogo

Mawas diri adalah sikap melihat kembali kepada diri masing-masing atau dalam secara psikologis disebut sebagai introspeksi diri. Introspeksi ini adalah sikap meninjau kembali kepada hati nurani untuk melihat kesalahan maupun kebaikan yang telah dilakukan. Baik dan buruk suatu tindakan, hanya dapat dinilai dari lubuk sanubari seseorang. Berawal dari sanalah, akan muncul sikap dan tanggung jawab terhadap perbuatan yang telah dilakukan.
4. Menurut Ki Ageng Suryamentaram

Beliau adalah seorang filsuf Jawa di awal abad 20an. Menurut filsafat Jawa, mawas diri adalah ketika manusia terpengaruh dari pengalaman masa lalu, sehingga berakibat melakukan tindakan yang tidak baik dan tidak dipikirkan terlebih dahulu / terlalu tergesa-gesa bertindak. Hal ini disebut sebagai kramadangsa, yakni sifat egois seseorang yang hanya mementingkan kepentingan bagi dirinya sendiri. Sehingga apabila keinginannnya tidak terpenuhi, maka bisa saja seseorang tersebut bertindak buruk dan dapat merugikan orang lain. Menurut Suryamentaram, setiap orang pasti memiliki sifat kramadangsa  ini di dalam dirinya, sehingga harus terus dilakukan pengawasan dan kontrol diri agar tidak menguasai pikiran secara dominan.
5. Menurut Immanuel Kant

Filsuf dari Jerman ini menyebut sikap mawas diri sebagai kesadaran diri transendental atau dalam bahasa Jerman adalah transzendentales selbstbewusstsein. Yang dimaksud dengan kesadaran transendental yaitu berhubungan dengan hal-hal yang bersifat metafisika dan epistimologi, bukan suatu hal yang dapat diukur dan dijelaskan secara ilmiah. Menurut filsuf-filsuf Jerman, kesadaran diri merupakan bagian dari sikap mawas diri. 
MANFAAT MAWAS DIRI

Memiliki sikap mawas diri adalah hal yang sangat menguntungkan dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Salah satu contoh hikmah mawas diri adalah dapat mengurangi sifat sembrono dalam bertindak, sehingga akan meminimalisir timbulnya penyesalan di kemudian hari. Sikap mawas diri mengajarkan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata. Seseorang yang mawas diri akan memiliki lebih banyak sisi kebijaksanaan dan kedewasaan diri yang tinggi dalam dirinya.

Tanpa mawas diri kita akan melakukan banyak hal yang tentunya akan banyak merugikan orang lain dan berakibat penyesalan bagi diri sendiri. Ketika tidak mawas diri dan terlanjur melakukan suatu hal yang buruk, kita akan merasa telah membuang waktu dan energi untuk hal yang sia-sia atau kurang bermanfaat. Terlebih lagi, orang yang kurang memiliki sikap mawas diri, akan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri dan tidak sadar telah melakukan sebuah kesalahan. Dengan sikap mawas diri, tentunya kita akan lebih hati-hati dalam bertindak dan menetapkan sebuah keputusan, sebelum benar-benar melangkah dan mengambil tindakan tersebut. Semua hal dipikirkan dengan matang dan baik dengan menimbang manfaat positif serta negatifnya.
FAKTOR MAWAS DIRI

Seseorang yang memiliki sikap mawas diri memiliki beberapa ciri yang bisa dilihat, salah satunya adalah ketekunan. Sifat tekun adalah sifat yang selalu fokus dan telaten terhadap suatu hal, misalnya saja adalah hobi, maupun pekerjaan. Sifat tekun bisa diperoleh dari sifat naluri alami manusia karena bawaan dari lahir, maupun diperoleh dengan cara kebiasaan karena diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara terus-menerus. Sikap mawas diri membawa pengaruh yang baik terhadap diri sendiri.

Salah satu ciri lain bagi seseorang yang memiliki sikap mawas diri adalah motivasi. Seseorang yang memiliki motivasi tinggi, tentu memiliki kemauan yang keras dan teguh pendirian terhadap sebuah keinginan maupun tujuan. Motivasi ini akan membawa seseorang untuk selalu fokus terhadap segala sesuatu hal yang dilakukannya. Akibatnya adalah orang tersebut akan lebih hati-hati dalam bertindak, serta selalu menerapkan sikap mawas diri.
MAWAS DIRI DALAM BEKERJA

Di dalam konteks pekerjaan, tentu saja sikap mawas diri sangat diperlukan. Mawas diri dalam bekerja dapat diterapkan di berbagai situasi dan kondisi dalam pekerjaan. Salah satu penerapan contoh mawas diri adalah tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Seseorang yang mawas diri tentu akan memikirkan dan mempertimbangkan kembali keputusan-keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena nantinya keputusan tersebut tidak hanya akan berdampak bagi diri sendiri, namun menyangkut seluruh karyawan dan perusahaan tersebut.

Mawas diri merupakan wujud nyata dari perilaku kerja prestatif. Artinya seseorang yang mawas diri dalam bekerja, memiliki keinginan untuk terus maju. Mengutamakan kerja mawas diri dari rasa emosional, memiliki komitmen dan dedikasi tinggi terhadap pekerjaan, serta selalu fokus terhadap tujuan dan pencapaian bisnis perusahaan. Tipe kerja mawas diri dari rasa emosional adalah seseorang yang bekerja dengan tidak terpengaruh dengan emosi pribadi yang sedang dialami. Seseorang yang mawas diri dapat membedakan urusan pribadi dan kepentingan pekerjaan, selain itu cara pemecahannya adalah dengan cara memikirkan masalah secara rasional dan tidak emosional. Penerapan sikap mawas diri yang dimiliki oleh karyawan suatu perusahaan dapat dilakukan melalui sebuah survey. Survey mawas diri adalah sebuah bentuk atau cara pengenalan, pengumpulan, serta mengkaji sebuah masalah untuk menumbuhkan kesadaran dan kemauan sikap mawas diri bagi para karyawan di sebuah perusahaan.
TIPS MAWAS DIRI

Demi menumbuhkan kebiasaan mawas diri dan membangun budaya mawas diri dalam diri masing-masing individu, diperlukan adanya sebuah refleksi diri. Artinya adalah, setiap individu perlu untuk melihat kedalam diri masing-masing untuk melakukan introspeksi diri. Apakah yang selama ini dilakukan telah benar, dan tidak menimbulkan masalah serta kerugian bagi orang lain ataukah sebaliknya. Jika sebaliknya, maka sikap mawas diri perlu ditingkatkan kembali. Dengan terbiasa bersikap mawas diri, seseorang akan cenderung meminimalisir kerugian-kerugian yang mungkin saja bisa ditimbulkan.

Sumber: ciputrauceo

Kamis, 20 April 2017